Nampii vs Notion
Berhenti Salin-Tempel Angka dari Spreadsheet ke Template Invoice
Notion dan Excel tidak bisa memberi tahu kapan klien membuka invoice Anda, tidak bisa menyegel tanda tangan kontrak, dan tidak bisa menilai risiko telat bayar. Nampii melakukan semuanya otomatis.
Tanpa kartu kredit

Yang menghambat, dan jawabannya
Angka yang sama diketik berulang di dua tempat
Tabel klien di satu halaman, invoice di template lain — setiap penagihan adalah salin-tempel baru dengan peluang salahnya sendiri. Nampii menarik harga dari katalog dan menghitung total dari baris yang sama.
Status tersembunyi di kepala, bukan di sistem
Sistemnya hebat, tetapi Anda yang menjadi operatornya
Perbandingan aspek per aspek
| Aspek | Nampii | Notion |
|---|---|---|
| Harga | Paket gratis untuk memulai; harga paket berbayar selalu tampil dari katalog resmi di bagian harga — bukan angka yang diketik manual.Rp 129.000 | Free US$0; Plus US$10; Business US$20 per anggota/bulan (tagihan bulanan; tahunan lebih hemat) |
| Pembayaran (QRIS vs kartu) | Invoice dibayar lewat QRIS, virtual account, dan e-wallet per 30 hari — tanpa kartu kredit dan tanpa penagihan otomatis. | Hanya kartu kredit/debit |
| Kontrak digital | Kontrak kerja dikirim sebagai tautan, ditandatangani klien tanpa membuat akun, dan disegel digital dengan jejak audit (masa uji). | Dokumen adalah halaman wiki — tanpa segel tanda tangan atau jejak audit penandatanganan |
| Fitur invoice | Invoice lahir dari data deal yang sama, dengan status dilihat tercatat sampai lunas. | Tidak ada invoice native — angka disalin manual ke template |
| AI penagihan | Agen menilai risiko tiap invoice jatuh tempo lengkap dengan alasannya, lalu menyiapkan draf penagihan — Anda yang mengirimkannya (masa uji). | Notion AI (Agent, catatan rapat, riset) untuk kerja tulis umum; US$10 per 1.000 kredit bulanan |
| Bahasa | Dirancang berbahasa Indonesia sejak hari pertama — Rupiah sebagai mata uang utamanya. | Antarmuka tersedia dalam Bahasa Indonesia, tetapi alur invoice/kontrak/penagihannya tidak ada untuk dilokalkan |
Kapan memilih Notion tetap masuk akal
Jika Anda ingin membangun sistem kerja sendiri dengan fleksibilitas penuh — dan tim Anda nyaman merawat tabel, rumus, dan prosesnya sendiri — Notion (atau Excel) adalah kanvas yang kuat. Begitu yang Anda butuhkan adalah alur yang berjalan sendiri dari deal sampai lunas, Nampii mengambil alih bagian yang tadinya menjadi pekerjaan manual Anda.
Satu layar untuk alur kerja Anda

Katalog layanan Nampii: daftar jasa dan harga bawaannya yang dipakai menyusun invoice.

Detail invoice Nampii: baris layanan, subtotal, total, dan status jatuh tempo.
Harga yang jelas, batas yang jujur
Jawaban atas keraguan yang wajar
Bisa disiasati dengan template dan tabel buatan sendiri, tetapi tidak ada invoice native — angka disalin manual ke template, dan statusnya dirawat oleh kedisiplinan Anda. Nampii menerbitkan invoice dari data deal yang sama dan mencatat perjalanannya secara otomatis.
Untuk mencatat, cukup. Yang tidak diberikan spreadsheet: tahu kapan invoice dibuka, menyegel kesepakatan lewat tanda tangan digital, dan menilai risiko telat bayar. Tiga hal itulah yang Nampii otomatiskan (masa uji).
Cukup untuk mencatat dan menyusun — dan jujur saja, ada orang yang nyaman merawat sistemnya sendiri. Batasnya terasa saat sistem menuntut kerja manual berulang: salin angka, cek status, kejar pembayaran. Di titik itu Nampii mengambil alih otomatisnya.
Notion menghitung biaya per anggota dalam Dolar AS; Nampii menagih dalam Rupiah dari katalog resminya di bagian harga. Untuk alur invoice dan penagihan, Notion tidak menyediakannya secara native — perbandingan per aspek ada di tabel halaman ini.
Pemberitahuan. Tidak ada sinyal saat klien membuka invoice, tidak ada antrean penagihan saat jatuh tempo terlewat, dan tidak ada jejak audit saat kontrak disetujui. Nampii merekam ketiganya — status dilihat, antrean penagihan, dan segel tanda tangan dengan jejak auditnya (masa uji).