Nampii vs HubSpot
Terlalu Rumit & Mahal Pakai HubSpot? Pindah ke CRM yang Fokus pada Pembayaran
HubSpot dirancang untuk korporasi besar dengan tagihan Dolar. Nampii dirancang untuk solopreneur dan agensi Indonesia—lengkap dengan invoice, kontrak, dan pembayaran QRIS tanpa kartu kredit.
Tanpa kartu kredit

Yang menghambat, dan jawabannya
Fitur mengalir lebih cepat daripada kebutuhan Anda
Paket korporasi membawa modul pemasaran, penjualan, dan dukungan klien sekaligus — padahal yang Anda butuhkan hanyalah alur tagihan yang beres. Di Nampii, invoice, kontrak, dan penagihan adalah permukaan utamanya, bukan pelengkapnya.
Langganan Dolar memakan margin proyek Rupiah
Tim harus belajar ulang hanya untuk menagih satu klien
Perbandingan aspek per aspek
| Aspek | Nampii | HubSpot |
|---|---|---|
| Harga | Paket gratis untuk memulai; harga paket berbayar selalu tampil dari katalog resmi di bagian harga — bukan angka yang diketik manual.Rp 129.000 | Marketing Hub Starter mulai US$15/kursi/bulan (tagihan tahunan; US$20 bulanan) |
| Pembayaran (QRIS vs kartu) | Invoice dibayar lewat QRIS, virtual account, dan e-wallet per 30 hari — tanpa kartu kredit dan tanpa penagihan otomatis. | Langganan ditagih dalam Dolar AS dengan kartu kredit |
| Kontrak digital | Kontrak kerja dikirim sebagai tautan, ditandatangani klien tanpa membuat akun, dan disegel digital dengan jejak audit (masa uji). | Fokus produknya otomasi pemasaran berskala besar; kontrak kerja jasa bukan permukaan intinya |
| Fitur invoice | Invoice lahir dari data deal yang sama, dengan status dilihat tercatat sampai lunas. | Faktur tersedia sebagai bagian dari alat penjualan |
| AI penagihan | Agen menilai risiko tiap invoice jatuh tempo lengkap dengan alasannya, lalu menyiapkan draf penagihan — Anda yang mengirimkannya (masa uji). | AI HubSpot berfokus pada pemasaran dan penjualan, bukan penilaian risiko tagihan jasa |
| Bahasa | Dirancang berbahasa Indonesia sejak hari pertama — Rupiah sebagai mata uang utamanya. | Situs dan tagihan berbahasa Inggris |
Kapan memilih HubSpot tetap masuk akal
Jika Anda mengelola tim marketing yang mengirim kampanye inbound berskala besar dan butuh otomasi pemasaran dalam satu platform, kekuatan HubSpot di sana nyata. Untuk solopreneur dan agensi kecil di Indonesia yang menjual jasa dan ingin dibayar lewat QRIS dalam Rupiah, alur Nampii lebih dekat dengan pekerjaan Anda.
Satu layar untuk alur kerja Anda

Dashboard Nampii: kartu ringkasan tagihan dan pembayaran.

Antrean penagihan di dashboard: baris invoice belum dibayar dengan skor risiko dan statusnya.
Harga yang jelas, batas yang jujur
Jawaban atas keraguan yang wajar
Tidak. Nampii bukan pengganti platform pemasaran korporat — fokusnya alur kerja solopreneur: klien, kontrak, invoice, hingga pembayaran lunas. Untuk kampanye pemasaran berskala besar dengan tim khusus, HubSpot tetap pilihan yang masuk akal.
Tabel di halaman ini membandingkan keduanya per aspek, dan harga Nampii selalu tampil dari katalog resmi di bagian harga — bukan angka yang diketik. HubSpot menagih langganannya dalam Dolar AS per kursi.
Situs dan tagihannya berbahasa Inggris. Nampii dirancang berbahasa Indonesia sejak awal — dari buku klien sampai invoice yang klien Anda terima.
Alur kerja yang Anda jalankan setiap hari berada di satu tempat: deal, kontrak, invoice dari data yang sama, dan penagihan yang terawasi sampai lunas — dalam Rupiah, dibayar lewat QRIS, virtual account, atau e-wallet.
Yang Anda pindahkan pada dasarnya hanya buku klien dan daftar pekerjaan berjalan — bukan konfigurasi tim besar. Mulai dari paket gratis, catat klien Anda, dan terbitkan invoice pertama dari data yang sama.